perjanjian-perjanjian (hqProperti)
silahkan di klik link nya semoga bermanfaat ☺
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkTGJ3Y21NZlh1a3M/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkVlhhMkw0XzJySzA/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkRzVXbVZ4UWtJSFE/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkdGRVdlRsNWZrRlE/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkLVQtcFRzVngtU0U/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkeTB1V081LU5CSlk/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkbFc4d1pJbHlwZk0/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkb0ZNQVM5VDN5Ym8/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkeHRMWW9xZEl6dG8/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkd19RekpIWTVza1k/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkbkE4NE95SDBaUjQ/view?usp=sharing
https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkWkxvb3ZwdUNrU2s/view?usp=sharing
Sabtu, 11 Februari 2017
![]() |
| HqProperti |
Salam sukses berkah melimpah
(hqProperti)
Hii… sahabat Properti kali ini
saya mau bikin urutan dalam memulai bisnis properti, tentu sangat menarik
sekali jika kita baru kali ini terjun begitupun saya, dulu saya tergabung dalam
perusahaan di bidang yang sama, tapi sekrang sudah mau memulai sendiri dan
perusahaan sendiri, pertama sih jika kita nemuin lokasi hot dan super dimanapun
nah Niatin dalam hati taun ini aku akan kelola lahan ini dan aku akan beli
semoga menjadi doa baik ya sobat, karena yakin Allah bersama prasangka
hambaNya, jangan terlalu pesimis kita tidak bisa merencanakan project ini
karena dengan dimulai dari Niat tentu kita bisa mewujudkan hal tersebut, jual
konsep yang bagus dan perencanaan matang dan teratur, semoga sukses menyertai
kita semua
Aamiin..
URUTAN PROSES AWAL MEMULAI BISNIS PROPERTY
SURVEY LOKASI :
| HqProperti |
1. Akses jalan masuk lokasi
2. Status tanah sawah /
pekarangan
3. Harga
4. Surat tanah / sertifikat,
letter C, D , PBB
DATA KOMPETITOR
Daftar harga, Luas tanah , Luas
Bangunan, Spek, Fasilitas
PEMBUATAN SITE PLAN ( Kasar ) SEBAGAI ACUAN PENGAJUAN
PERIZINAN DAN PEMBUATAN ANALISA KELAYAKAN PERIZINAN DAN LEGALITAS
wajib dilakukan sebelum terjadi
transaksi
1. Cek keabsahan surat tanah ke
kantor pertanahan / via Notaris
2. Cari informasi ke masyarakat
sekitar tentang status tanah tersebut
3. Cek di Dinas Tata Ruang /
peruntukan tanah untuk lokasi tersebut
4. Pengajuan Perizinan
Izin Pemanfaatan Tanah / Izin Prinsip / Izin Lokasi
a. Proposal
b. Copy Sertifikat
c. Copy PBB dan Tanda Lunas
d. Copy KTP
e. Site Plan
nah bagaimana sekarang sudah tahu
kan bagaimana prosesnya dari awal, semoga jalan kita jalan yang di
ridhoi oleh Rabb semesta alam. . aamiin
hormat kami
HqProperti
Info : (Imam) 081322375542 wa/sms
Pembuatan Sederhana SitePlan Pemilihan Site (HqProperti)
![]() |
| HqProperti |
Pembuatan
Sederhana SitePlan
Pemilihan
Site
![]() |
| HqProperti |
-
Minimal muka tanah untuk perumahan 1 deret dengan lebar jalan minimal 5m
-
Minimal muka tanah untuk perumahan deret berhadapan dengan lebar jalan minimal
5m 29m
- Ideal
muka tanah untuk perumahan 1 deret dengan lebar jalan minimal 6m
Contoh SitePlan
Kesesuaian
Site dengan Sertifikat
1. Ukuran Tanah
2. Letak Patok BPN
& Batas Tanah
3. Garis Sempadan Jalan
4. Garis Sempadan Sungai/Saluran
2.
Ukuran type dan kavling
3.
Prosentase lahan efektif
4.
Sarana dan Prasarana
-
perbandingan LB : LT
-
kurang dari 25Ha
-
lebih dari 25Ha
-
lebar jalan
-
jarang tiang listrik
-
drainase dan peresapan
- taman depan dan playground
semoga bermanfaat
salam sukses dari kami
HqProperti
Jumat, 10 Februari 2017
MANAJEMEN RESIKO DALAM BISNIS DEVELOPER PROPERTI (hqProperti)
MANAJEMEN
RESIKO
DALAM BISNIS DEVELOPER PROPERTI
DALAM BISNIS DEVELOPER PROPERTI
Definisi
resiko :
Kemungkinan akan terjadinya akibat buruk atau akibat yang merugikan di masa yang akan datang. Resiko bisa dihindarkan 100% bila kegiatan tidak dilakukan sama sekali. Definisi manajemen resiko :
Suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis, dan mengendalikan resiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan memperoleh efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi.
Langkah-Langkah Manajemen Resiko:
Manfaat Manajemen Resiko
Terhadap Perusahaan
Mencegah perusahaan dari
kegagalan Menunjang secara langsung peningkatan laba
dengan cara mengurangi pengeluaran Secara tidak langsung menyumbangkan laba
dengan cara memberi rasa tenang dan
percaya diri terhadap kebijakan yang diambil, meningkatkan kualitas keputusan
yang diambil, penanganan resiko spekulatif lebih efisien, mengurangi fluktuasi
laba tahunan dan aliran kas, serta memungkinkan perusahaan dapat melanjutkan
kegiatan walaupun telah mengalami suatu kerugian.
Ketenangan perusahaan
menghadapi resiko merupakan harta non material (goodwill) bagi perusahaan
Melindungi perusahaan dari
resiko murni, secara tidak langsung meningkatkan public image.
Konsep-konsep umum yang
berkaitan dengan manajemen resiko
Dalam manajemen resiko kita
mengenal 3 istilah penting yaitu resiko, peril, dan hazard yang mengandung
pengertian sebagai berikut :
Definisi resiko
Kemungkinan akan terjadinya akibat buruk atau akibat yang merugikan di masa
yang akan datang.
Peril (bencana,musibah)
didefinisikan sebagai peristiwa penyebab langsung kerugian. Contoh gempa bumi
di Jogja tahun 2006 adalah kerugian besar bagi para pelaku bisnis properti .
Hazard (bahaya) adalah keadaan
atau kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril. Contoh
penulangan beton yang menyimpang dari standar menyebabkan kerusakan bangunan
yang mengalami gempa bumi semakin parah (kasus PHS).
Type-type Hazard
1. Physical Hazard :
kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari suatu objek yang
dapat memperbesar kemungkinan suatu peril yang berujung pada besarnya
kerugian.
Contoh pembebasan lahan
perumahan di daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menimbulkan banjir pada
perumahan yang dihuni, apabila sungai berhulu di gunung api tidak menutup
kemungkinan banjir lahar dingin.
2. Moral Hazard : suatu kondisi yang bersumber dari orang yang
bersangkutan terkait dengan sikap mental, pandangan hidup & kebiasaan yang
dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu peril atau kerugian.
Contoh kebiasaan tenaga tukang
dari Gunungkidul yang selalu beraktifitas komunal (sering berangkat dan pulang
rombongan) memungkinkan berhentinya (mangkrak) proyek dalam waktu tertentu bila
didaerah asalnya sedang berlangsung hajadan dalam waktu lama (bersih
desa,pilkades,dll), apabila sering terjadi selama pembangunan unit rumah
berjalan memungkinkan developer membayar denda kepada konsumen karena molornya
serah terima rumah.
3. Morale Hazard :
kelalaian seseorang terhadap suatu barang atau aktifitas karena merasa telah
memperoleh jaminan baik jiwa maupun harta miliknya.
Contoh customer menginginkan
pemasangan instlalasi listrik pada rumah yang dibelinya dengan tidak mengikuti
standar keamanan instalasi listrik dari PLN (kabel,stop kontak, dll) untuk
menekan harga bangunan rumah kerena merasa rumah yang dibelinya telah
diasuransikan terhadap resiko kebakaran.
4. Legal Hazard :
pengabaian terhadap undang-undang dan peraturan pemerintah terhadap suatu objek
hukum dapat memperbesar suatu peril.
Contoh penggarapan lahan yang
dibebaskan developer yang masih dalam status sengketa sebelum selesainya
perkara memungkinkan terjadinya gugatan balik kepada developer dari customer, masyarakat
dan pemerintah. Bila keadaan ini tidak diperhatikan akan memperbesar biaya
proyek bahkan dapat menyebabkan kerugian.
Sumber-sumber Resiko :
1. Resiko Sosial :
tindakan orang banyak (internal & eksternal) menciptakan kejadian yang
menyebabkan penyimpangan dari harapan manajemen secara umum.
Contoh penutupan akses masuk ke
lokasi proyek oleh masyarakat sekitar menyebabkan proyek tidak bisa berjalan
lancar.
2. Resiko Fisik :
kategori resiko yang bersumber dari fenomena alam & kelalaian manusia.
Contoh : kebakaran,cuaca,tanah
longsor, dll.
3. Resiko Ekonomi :
resiko yang dihadapi perusahaan yang bersifat ekonomi.
Contoh : inflasi, fluktuasi
lokal, ketidakstabilan perusahaan pribadi (private company) dll
Jenis-jenis Resiko
1. Resiko Murni :
resiko yang hanya ada kemungkinan kerugian saja.
Contoh :
kebakaran,pencurian,dll ; umumnya bisa diasuransikan.
2. Resiko Spekulatif :
resiko yang akan terjadi jika terdapat penyimpangan dari perkiraan yang
menyebabkan keuntungan maupun kerugian.
Contoh : keputusan untuk
diversifikasi produk properti selain perumahan mengandung resiko berhasil dan
gagal dipandang dari banyak aspek.(kasus Resort Merapi) ; tidak bisa
diasuransikan.
Objek Penanganan Manajemen
Resiko
Kerugian potensial yang
ditanggung manajemen perusahaan lebih berfokus pada kerugian ekonomi yang dapat
dikategorikan atas :
1. Kerugian terhadap harta
perusahaan
2. Kerugian karena timbulnya
tanggung jawab kepada pihak lain (tanggung gugat).
3. Kerugian personil
(ditanggung oleh personil yang menjalankan kebijakan)
Biaya-biaya yang timbul akibat
menanggung resiko
1. Biaya-biaya dari kerugian
yang tidak diharapkan
Contoh : banjir di suatu lokasi
perumahan menimbulkan biaya perbaikan dan pemulihan kembali pasca kejadian.
2. Biaya-biaya dari ketidak
pastian itu sendiri.
Contoh untuk mengantisipasi
terjadinya banjir pada suartu lokasi perumahan terpaksa developer melengkapi
setiap unit rumah dengan perahu karet.
Pilihan kebijakan penanganan
resiko :
1. Penghindaran resiko
2. Penanggungan resiko secara
mandiri oleh perusahaan
3. Pengalihan tanggungan resiko
pada perusahaan (vendor) non asuransi
4. Pengalihan tanggungan resiko
pada perusahaan (vendor) asuransi
Langkah selanjutnya
setelah memilih suatu kebijakan penanganan resiko harus direncanakan administrasi program
secara melembaga.
Info 081322375542 (imam hqProperti)
Kamis, 09 Februari 2017
MANAJEMEN KEUANGAN (project HqProperti)
MANAJEMEN
KEUANGAN PENGEMBANG
![]() |
| hqProperti |
Dalam
manajemen keuangan perusahaan pengembang, terdiri
dari
3 aspek dasar yakni :
1.
Proyeksi Keuangan
2.
Pengelolaan Keuangan
3.
Kendali Keuangan
Berikut
penjelasannya :
Membuat
proyeksi keuangan dilakukan sebelum proyek
mulai
dijalankan. Beberapa hal yang perlu dihitung dalam
proyeksi
keuangan adalah sebagai berikut ;
Rencana Harga Jual
Mengapa
harga jual ditentukan terlebih dahulu? Mengingat
harga
adalah salah satu faktor keputusan konsumen untuk
membeli,
maka harga jual kita hitung terlebih dahulu
untuk
memberikan keyakinan bahwa produk yang akan
diluncurkan
pasti dapat bersaing di pasar dan laku dijual.
Namun
harga jual di sini hanya sebagai patokan awal yang
nantinya
juga memperhitungkan biaya dan target laba.
Biaya
Pokok Produksi Menghitung
biaya pokok produksi
adalah biaya yang melekat
langsung kepada produk. Jumlah
dari seluruh komponen
biaya pokok rata-rata sebesar
60% – 65%
dari total
penjualan. Adapun komponen Biaya
Pokok Produksi adalah
sebagai berikut :
BIAYA
TANAH
Biaya
perolehan atas tanah
BIAYA PENGOLAHAN LAHAN
Biaya
yang dikeluarkan untuk mengolah lahan menjadi lahan matang.
BIAYA PRASARANA DAN SARANA
Biaya
yang digunakan untuk membuat prasarana dan sarana.
BIAYA KONTRUKSI RUMAH
Biaya
yang dikeluarkan untuk membangun rumah.
BIAYA PERIJINAN PROYEK
Biaya
yang dikeluarkan untuk pengurusan perijinan proyek.
BIAYA LEGALITAS PROYEK
Biaya
yang digunakan untuk pengurusan surat tanah,
pajak
pembelian dll yang berhubungan dengan legal atas tanah.
BIAYA
LEGALITAS PENJUALAN KAVLING
Biaya yang digunakan biaya
pajak, biaya notaris dan
lainnya yang berkaitan dengan
penjualan kavling.
Biaya Operasional
Biaya
Operasional adalah biaya yang digunakan untuk
mendukung kegiatan usaha.
Biasanya bersifat biaya tetap.
Angka prosentase berkisar 10% – 15% dari jumlah
penjualan. Adapun komponen
biaya operasional dalam
standar keuangan adalah sebagai
berikut :
Operasional Kantor Administrasi dan umum,
Operasional kendaraan, Gaji /
Honorarium Karyawan Operasional Proyek Proposal proyek, Estate
Management, Dana Taktis,
Sarana dan prasarana penunjang
proyek
Operasional Pemasaran Media outdoor, Media indoor,
Presentasi / Promosi
Target laba Standar target laba idealnya 2
kali lipat dari nilai tanah.
Atau rata-rata 24% dari nilai
penjualan. Mengapa? Karena
atas dasar nilai tanah artinya
investasi kita meningkat
100% dan atas dasar margin
bersih, prosentasenya melebih
dari rata-rata suku bunga
investasi di perbankan.
Prinsipnya adalah laba yang
menarik.
Ini angka acuan. Tapi tentu
saja hal ini tidak bisa menjadi
patokan untuk semua proyek.
Karena jalannya sebuah
proyek kadang melalui
pertimbangan yang tidak semuanya
didasarkan dalam pertimbangan
perhitungan keuangan.
2.
Pengelolaan Keuangan
Dalam pengelolaan keuangan usaha,
terdapat beberapa
prinsip dasar sebagai berikut :
Pemisahan rekening penerimaan
dengan pengeluaran
Mengapa dilakukan pemisahan
rekening penerimaan
dengan rekening pengeluaran?
Ini merupakan strategi yang
sangat sederhana. Teorinya
ketika setiap uang penerimaan
masuk ke rekening penerimaan
dan setiap uang yang
keluar melalui rekening
pengeluaran maka ketika proyek
selesai SALDO dalam REKENING
PENERIMAAN
adalah MODAL + KEUNTUNGAN.
Standarisasinya adalah rekening
penerimaan HANYA
DIPERBOLEHKAN DILAKUKAN MUTASI
KE
rekening pengeluaran. Terdapat
mekanisme NOTA
PERMINTAAN untuk mengeluarkan
dana yang terdapat
di rekening penerimaan ke
rekening pengeluaran.
Counter sign atas setiap Bilyet
Giro yang ada
Rekening Penerimaan dan
Rekening Pengeluaran
standarnya dibuat dalam
rekening giro. Bilyet giro yang
tersedia ditandatangani oleh
minimal 2 orang yang
mewakili perusahaan. Untuk
rekening penerimaan
standarnya diatasnamakan
Direktur atau Perusahaan dan
ditandatangani oleh Direktur
dan Manajer Operasional.
Sedangkan rekening pengeluaran
diatasnamakan Manajer
Operasional ditandatangani oleh
Manajer Operasional dan
Bagian Keuangan.
Uang
masuk SETIAP HARI, uang keluar HANYA
SATU
HARI
Strategi uang masuk setiap hari
dan uang keluar hanya satu
hari sebenarnya adalah
kebijakan umum yang dilakukan
banyak perusahaan. Ini adalah
strategi yang lincah untuk
bermain cash flow dimana sumber
daya perusahaan
bekerja 7 kali lipat untuk
mencari uang dan hanya 1/7
untuk mengeluarkan uang.
Prosedur pengeluaran uang
dilakukan melalui NOTA
PERMINTAAN yang
diajukan pada hari Rabu dan setelah
dilakukan verifikasi maka dana
akan dikucurkan ke
rekening pengeluaran
selambat-lambatnya hari Jumat.
Pada hari Sabtu, bagian
keuangan proyek melakukan
pembayaran kepada pihak ketiga.
Pencatatan Keuangan
Dalam proyeksi keuangan
terdapat beberapa pos biaya.
Baik biaya pokok maupun biaya
operasional. Serta
terdapat pos penjualan. Setelah
proyek berjalan tentunya
proyeksi menjadi acuan atas
penggunaan anggaran. Maka
diperlukan alat bantu
pencatatan keuangan. Dan alat bantu
pencatatan keuangan harus
sesuai dengan item-item yang
terdapat dalam proyeksi
keuangan.
Kesemuanya ini adalah alat
bantu untuk mencatat transaksi
keuangan dan mengolah data
untuk laporan keuangan dan
analisa laporan keuangan.
MANAJEMEN
KAS
Terdapat tiga motif utama suatu
perusahaan dalam memegang
uang kas :
1) Motif transaksi: kas
diperlukan untuk memenuhi
pembayaran-pembayaran yang
timbul dari kegiatankegiatan
sehari hari.
2)
Motif berjaga-jaga; kas diperlukan
untuk berjaga-jaga
apabila terjadi kebutuhan
pembayaran kas yang tak terduga
3)
Motif spekulasi; kas diperlukan untuk
melakukan transaksi
spekulasi agar mendapat
keuntungan jika ada peluang jangka pendek.
Cara
pengelolaan kas :
![]() |
| hqProperti |
1. Pengurangan waktu penagihan
piutang, yaitu waktu yang
diperlukan untuk prosedur
penagihan diusahakan secepat mungkin.
2. Pengurangan waktu
pengumpulan kas, misalnya dengan
proses otomatisasi perbankan
3. Pengendalian pengeluaran kas
secara mudah dan tepat
waktu dengan pemusatan utang
dalam satu atau beberapa rekening.
4. Membentuk prosedur
operasional pembayaran kas
5. Memperlambat pembayaran
seperti cek mundur.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi besar kecilnya persediaan kas
1. Perimbangan antara cash
inflow dan cash outflow
2. Penyimpangan terhadap aliran
kas yang diperkirakan
3. Adanya hubungan financial
yang baik dengan bank-bank
4. Penganggaran kas.
CASHFLOW
![]() |
| HqProperti |
Cash
flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang
keluar
dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan
dengan
kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk
dalam
perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa
saldonya
setiap periode.
•
FUNGSI CASH FLOW :
Pertama,
fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk
tujuan
memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan
dalam
waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
Kedua,
fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna
menghindari
resiko penurunan pada daya beli di masa datang
yang
dapat dicairkan dengan relatif cepat.
Ketiga,fungsi
perolehan dana, dana yang diperuntukkan untuk
penambahan/perkembangan
kekayaan dengan jangka waktu
relatif
panjang.. Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi
tiga kelompok yaitu:
a)
Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas
yang
berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi
misalnya;
pembelian tanah, gedung, biaya persiapan,dsb. Aliran
kas
awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
b)
Aliran kas operasional (Operational Cash Flow)
merupakan
aliran
kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti;
penjualan,
biaya administrasi adm umum. Oleh sebab itu aliran
kas
operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan
aliran
kas keluar (cash out flow).
c)
Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow)
merupakan aliran kas
yang
berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa
modal
kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek
dan
aktiva lainya.
KETERBATASAN
Cash
flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan
antara
lain;
a)
Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan
dalam
cash flow hanya yang bersifat tunai.
b)
Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang
fleksibel
c)
Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun
eksternal
dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi
arus
kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka
akan
terhambat karena hanya terfokus pada budget kas
misalnya;
kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya
customer
dalam memenuhi kewajibanya.
MANFAAT
Adapun
kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam
perusahaan
sangat berguna bagi beberapa pihak terutama
manajemen,yaitu
:
1)
Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang
berhubungan
dengan rencana keuangan perusahaan dan
transaksi
yang menyebabkan perubahan kas.
2)
Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa
yang
akan datang dan memperkirakan jangka waktu
pengembalian
kredit.
3)
Membantu pengambilan keputusan kebijakan financial.
4)
Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk
membayar
kredit yang diberikan kepadanya
LANGKAH-LANGKAH
PENYUSUNAN CASHFLOW
![]() |
| HqProperti |
1.
Menentukan minimum kas
2.
Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3.
Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang
dibutuhkan
untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali
pinjaman
dari pihak ketiga.
4.
Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran
setelah
adanya transaksi financial dan budget kas yang final.
5.Kendali
Keuangan
Pengendalian
keuangan adalah fungsi apakah anggaran
yang
disediakan (dalam proyeksi keuangan) sesuai atau
melebihi
atau masih menyisakan anggaran atau bahkan
mungkin
kelak dilakukan revisi terhadap proyeksi
keuangan
awal. Semua hal bisa terjadi. Untuk
memudahkan
pengendalian keuangan, tentunya dilakukan
pengolahan
data berdasarkan laporan-laporan keuangan
yang
ada baik minguan maupun bulanan.
| HqProperti |
Laporan
Kas Harian - Biaya Adm & Umum Operasional
Laporan
Cek Keluar per Tanggal
Laporan
Cek Keluar per Kelompok
Laporan
Saldo Kas dan Bank Harian
Laporan
Saldo Kas dan Bank Bulanan
semoga bermanfaat salam sukses berkah melimpah dari kami
HqProperti
Info : 081322375542 (imam)
| HqProperti |
Langganan:
Postingan (Atom)



















