Sabtu, 11 Februari 2017

perjanjian-perjanjian (hqProperti)

perjanjian-perjanjian (hqProperti)



silahkan di klik link nya semoga bermanfaat ☺



https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkTGJ3Y21NZlh1a3M/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkVlhhMkw0XzJySzA/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkRzVXbVZ4UWtJSFE/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkdGRVdlRsNWZrRlE/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkLVQtcFRzVngtU0U/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkeTB1V081LU5CSlk/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkbFc4d1pJbHlwZk0/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkb0ZNQVM5VDN5Ym8/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkeHRMWW9xZEl6dG8/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkd19RekpIWTVza1k/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkbkE4NE95SDBaUjQ/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/0BzfZ8PemVXjkWkxvb3ZwdUNrU2s/view?usp=sharing



HqProperti


Salam sukses berkah melimpah (hqProperti)

Hii… sahabat Properti kali ini saya mau bikin urutan dalam memulai bisnis properti, tentu sangat menarik sekali jika kita baru kali ini terjun begitupun saya, dulu saya tergabung dalam perusahaan di bidang yang sama, tapi sekrang sudah mau memulai sendiri dan perusahaan sendiri, pertama sih jika kita nemuin lokasi hot dan super dimanapun nah Niatin dalam hati taun ini aku akan kelola lahan ini dan aku akan beli semoga menjadi doa baik ya sobat, karena yakin Allah bersama prasangka hambaNya, jangan terlalu pesimis kita tidak bisa merencanakan project ini karena dengan dimulai dari Niat tentu kita bisa mewujudkan hal tersebut, jual konsep yang bagus dan perencanaan matang dan teratur, semoga sukses menyertai kita semua

Aamiin..


URUTAN PROSES AWAL MEMULAI BISNIS PROPERTY

SURVEY LOKASI :

HqProperti

1. Akses jalan masuk lokasi
2. Status tanah sawah / pekarangan
3. Harga
4. Surat tanah / sertifikat, letter C, D , PBB


DATA KOMPETITOR
Daftar harga, Luas tanah , Luas Bangunan, Spek, Fasilitas


PEMBUATAN SITE PLAN ( Kasar ) SEBAGAI ACUAN PENGAJUAN PERIZINAN DAN PEMBUATAN ANALISA KELAYAKAN PERIZINAN DAN LEGALITAS

wajib dilakukan sebelum terjadi transaksi
1. Cek keabsahan surat tanah ke kantor pertanahan / via Notaris
2. Cari informasi ke masyarakat sekitar tentang status tanah tersebut
3. Cek di Dinas Tata Ruang / peruntukan tanah untuk lokasi tersebut
4. Pengajuan Perizinan

Izin Pemanfaatan Tanah / Izin Prinsip / Izin Lokasi
a. Proposal
b. Copy Sertifikat
c. Copy PBB dan Tanda Lunas
d. Copy KTP
e. Site Plan

nah bagaimana sekarang sudah tahu kan bagaimana prosesnya dari awal, semoga jalan kita jalan yang di ridhoi oleh Rabb semesta alam. . aamiin


hormat kami
HqProperti

Info : (Imam) 081322375542 wa/sms 

Pembuatan Sederhana SitePlan Pemilihan Site (HqProperti)


HqProperti

Pembuatan Sederhana SitePlan

Pemilihan Site

HqProperti

- Minimal muka tanah untuk perumahan 1 deret dengan lebar jalan    minimal 5m
- Minimal muka tanah untuk perumahan deret berhadapan dengan    lebar jalan minimal 5m 29m
- Ideal muka tanah untuk perumahan 1 deret dengan lebar jalan        minimal 6m

Contoh SitePlan

Kesesuaian Site dengan Sertifikat



1.  Ukuran Tanah
2. Letak Patok BPN
    & Batas Tanah
3. Garis Sempadan Jalan
4. Garis Sempadan Sungai/Saluran


2. Ukuran type dan kavling
3. Prosentase lahan efektif
4. Sarana dan Prasarana
- perbandingan LB : LT
- kurang dari 25Ha
- lebih dari 25Ha
- lebar jalan
- jarang tiang listrik
- drainase dan peresapan
- taman depan dan playground





semoga bermanfaat 

salam sukses dari kami 
HqProperti 

Jumat, 10 Februari 2017

MANAJEMEN RESIKO DALAM BISNIS DEVELOPER PROPERTI (hqProperti)

MANAJEMEN RESIKO
DALAM BISNIS DEVELOPER PROPERTI


PENGERTIAN DASAR MANAJEMEN RESIKO


Definisi resiko :


Kemungkinan akan terjadinya akibat buruk atau akibat yang merugikan di masa yang akan datang. Resiko bisa dihindarkan 100% bila kegiatan tidak dilakukan sama sekali. Definisi manajemen resiko :

Suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis, dan mengendalikan resiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan memperoleh efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi.

 Langkah-Langkah Manajemen Resiko:  


Manfaat Manajemen Resiko Terhadap Perusahaan

Mencegah perusahaan dari kegagalan Menunjang secara langsung peningkatan laba dengan cara mengurangi pengeluaran Secara tidak langsung menyumbangkan laba dengan cara  memberi rasa tenang dan percaya diri terhadap kebijakan yang diambil, meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, penanganan resiko spekulatif lebih efisien, mengurangi fluktuasi laba tahunan dan aliran kas, serta memungkinkan perusahaan dapat melanjutkan kegiatan walaupun telah mengalami suatu kerugian.
Ketenangan perusahaan menghadapi resiko merupakan harta non material (goodwill) bagi perusahaan

Melindungi perusahaan dari resiko murni, secara tidak langsung meningkatkan public image.

Konsep-konsep umum yang berkaitan dengan manajemen resiko

Dalam manajemen resiko kita mengenal 3 istilah penting yaitu resiko, peril, dan hazard yang mengandung pengertian sebagai berikut :

Definisi resiko


Kemungkinan akan terjadinya akibat buruk atau akibat yang merugikan di masa yang akan datang.

Peril (bencana,musibah) didefinisikan sebagai peristiwa penyebab langsung kerugian. Contoh gempa bumi di Jogja tahun 2006 adalah kerugian besar bagi para pelaku bisnis properti .

Hazard (bahaya) adalah keadaan atau kondisi yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peril. Contoh penulangan beton yang menyimpang dari standar menyebabkan kerusakan bangunan yang mengalami gempa bumi semakin parah (kasus PHS).

Type-type Hazard

1. Physical Hazard : kondisi yang bersumber pada karakteristik secara fisik dari suatu objek yang dapat memperbesar kemungkinan suatu peril yang berujung pada besarnya kerugian. 

Contoh pembebasan lahan perumahan di daerah aliran sungai (DAS) berpotensi menimbulkan banjir pada perumahan yang dihuni, apabila sungai berhulu di gunung api tidak menutup kemungkinan banjir lahar dingin.

2. Moral Hazard :   suatu kondisi yang bersumber dari orang yang bersangkutan terkait dengan sikap mental, pandangan hidup & kebiasaan yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu peril atau kerugian.

Contoh kebiasaan tenaga tukang dari Gunungkidul yang selalu beraktifitas komunal (sering berangkat dan pulang rombongan) memungkinkan berhentinya (mangkrak) proyek dalam waktu tertentu bila didaerah asalnya sedang berlangsung hajadan dalam waktu lama (bersih desa,pilkades,dll), apabila sering terjadi selama pembangunan unit rumah berjalan memungkinkan developer membayar denda kepada konsumen karena molornya serah terima rumah.     

3. Morale Hazard : kelalaian seseorang terhadap suatu barang atau aktifitas karena merasa telah memperoleh jaminan baik jiwa maupun harta miliknya.


Contoh customer menginginkan pemasangan instlalasi listrik pada rumah yang dibelinya dengan tidak mengikuti standar keamanan instalasi listrik dari PLN (kabel,stop kontak, dll) untuk menekan harga bangunan rumah kerena merasa rumah yang dibelinya telah diasuransikan terhadap resiko kebakaran.


4. Legal Hazard : pengabaian terhadap undang-undang dan peraturan pemerintah terhadap suatu objek hukum dapat memperbesar suatu peril.

Contoh penggarapan lahan yang dibebaskan developer yang masih dalam status sengketa sebelum selesainya perkara memungkinkan terjadinya gugatan balik kepada developer dari customer, masyarakat dan pemerintah. Bila keadaan ini tidak diperhatikan akan memperbesar biaya proyek bahkan dapat menyebabkan kerugian.

Sumber-sumber Resiko :

1. Resiko Sosial : tindakan orang banyak (internal & eksternal) menciptakan kejadian yang menyebabkan penyimpangan dari harapan manajemen secara umum.
Contoh penutupan akses masuk ke lokasi proyek oleh masyarakat sekitar menyebabkan proyek tidak bisa berjalan lancar.

2. Resiko Fisik : kategori resiko yang bersumber dari fenomena alam & kelalaian manusia.

Contoh : kebakaran,cuaca,tanah longsor, dll.

3. Resiko Ekonomi : resiko yang dihadapi perusahaan yang bersifat ekonomi.
Contoh : inflasi, fluktuasi lokal, ketidakstabilan perusahaan pribadi (private company) dll

Jenis-jenis Resiko

1. Resiko Murni : resiko yang hanya ada kemungkinan kerugian saja.
Contoh : kebakaran,pencurian,dll ; umumnya bisa diasuransikan.

2. Resiko Spekulatif : resiko yang akan terjadi jika terdapat penyimpangan dari perkiraan yang menyebabkan keuntungan maupun kerugian.
Contoh : keputusan untuk diversifikasi produk properti selain perumahan mengandung resiko berhasil dan gagal dipandang dari banyak aspek.(kasus Resort Merapi) ; tidak bisa diasuransikan.

Objek Penanganan Manajemen Resiko

Kerugian potensial yang ditanggung manajemen perusahaan lebih berfokus pada kerugian ekonomi yang dapat dikategorikan atas :

1. Kerugian terhadap harta perusahaan
2. Kerugian karena timbulnya tanggung jawab kepada pihak lain (tanggung gugat).
3. Kerugian personil (ditanggung oleh personil yang menjalankan kebijakan)

Biaya-biaya yang timbul akibat menanggung resiko

1. Biaya-biaya dari kerugian yang tidak diharapkan

Contoh : banjir di suatu lokasi perumahan menimbulkan biaya perbaikan dan pemulihan kembali pasca kejadian.

2. Biaya-biaya dari ketidak pastian itu sendiri.

Contoh untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada suartu lokasi perumahan terpaksa developer melengkapi setiap unit rumah dengan perahu karet.

Pilihan kebijakan penanganan resiko :

1. Penghindaran resiko
2. Penanggungan resiko secara mandiri oleh perusahaan
3. Pengalihan tanggungan resiko pada perusahaan (vendor) non asuransi
4. Pengalihan tanggungan resiko pada perusahaan (vendor) asuransi

 Langkah selanjutnya setelah memilih suatu kebijakan penanganan resiko  harus direncanakan administrasi program secara melembaga.

 
hqProperti

Info  081322375542 (imam hqProperti)



Kamis, 09 Februari 2017

MANAJEMEN KEUANGAN (project HqProperti)

MANAJEMEN KEUANGAN PENGEMBANG
hqProperti

Dalam manajemen keuangan perusahaan pengembang, terdiri
dari 3 aspek dasar yakni :

1. Proyeksi Keuangan

2. Pengelolaan Keuangan

3. Kendali Keuangan

Berikut penjelasannya :

1. Proyeksi Keuangan
hqProperti

Membuat proyeksi keuangan dilakukan sebelum proyek
mulai dijalankan. Beberapa hal yang perlu dihitung dalam
proyeksi keuangan adalah sebagai berikut ;

Rencana Harga Jual

Mengapa harga jual ditentukan terlebih dahulu? Mengingat
harga adalah salah satu faktor keputusan konsumen untuk 
membeli, maka harga jual kita hitung terlebih dahulu
untuk memberikan keyakinan bahwa produk yang akan
diluncurkan pasti dapat bersaing di pasar dan laku dijual.
Namun harga jual di sini hanya sebagai patokan awal yang
nantinya juga memperhitungkan biaya dan target laba.
Biaya Pokok Produksi Menghitung biaya pokok produksi 
adalah biaya yang melekat langsung kepada produk. Jumlah 
dari seluruh komponen biaya pokok rata-rata sebesar 
60% – 65% dari total penjualan. Adapun komponen Biaya
Pokok Produksi adalah sebagai berikut :

BIAYA TANAH

Biaya perolehan atas tanah
BIAYA PENGOLAHAN LAHAN
Biaya yang dikeluarkan untuk mengolah lahan menjadi lahan matang.
BIAYA PRASARANA DAN SARANA
Biaya yang digunakan untuk membuat prasarana dan sarana.
BIAYA KONTRUKSI RUMAH
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun rumah.
BIAYA PERIJINAN PROYEK
Biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan perijinan proyek.
BIAYA LEGALITAS PROYEK
Biaya yang digunakan untuk pengurusan surat tanah,
pajak pembelian dll yang berhubungan dengan legal atas tanah.

BIAYA LEGALITAS PENJUALAN KAVLING

Biaya yang digunakan biaya pajak, biaya notaris dan
lainnya yang berkaitan dengan penjualan kavling.
Biaya Operasional

Biaya Operasional adalah biaya yang digunakan untuk
mendukung kegiatan usaha. Biasanya bersifat biaya tetap.
Angka prosentase berkisar 10% – 15% dari jumlah
penjualan. Adapun komponen biaya operasional dalam
standar keuangan adalah sebagai berikut :

Operasional Kantor Administrasi dan umum, Operasional kendaraan, Gaji /
Honorarium Karyawan Operasional Proyek Proposal proyek, Estate Management, Dana Taktis,
Sarana dan prasarana penunjang proyek
Operasional Pemasaran Media outdoor, Media indoor, Presentasi / Promosi
Target laba Standar target laba idealnya 2 kali lipat dari nilai tanah.
Atau rata-rata 24% dari nilai penjualan. Mengapa? Karena
atas dasar nilai tanah artinya investasi kita meningkat
100% dan atas dasar margin bersih, prosentasenya melebih
dari rata-rata suku bunga investasi di perbankan.
Prinsipnya adalah laba yang menarik.
Ini angka acuan. Tapi tentu saja hal ini tidak bisa menjadi
patokan untuk semua proyek. Karena jalannya sebuah
proyek kadang melalui pertimbangan yang tidak semuanya
didasarkan dalam pertimbangan perhitungan keuangan.

2. Pengelolaan Keuangan

Dalam pengelolaan keuangan usaha, terdapat beberapa
prinsip dasar sebagai berikut :
Pemisahan rekening penerimaan dengan pengeluaran
Mengapa dilakukan pemisahan rekening penerimaan
dengan rekening pengeluaran? Ini merupakan strategi yang
sangat sederhana. Teorinya ketika setiap uang penerimaan
masuk ke rekening penerimaan dan setiap uang yang
keluar melalui rekening pengeluaran maka ketika proyek
selesai SALDO dalam REKENING PENERIMAAN
adalah MODAL + KEUNTUNGAN.

Standarisasinya adalah rekening penerimaan HANYA
DIPERBOLEHKAN DILAKUKAN MUTASI KE
rekening pengeluaran. Terdapat mekanisme NOTA
PERMINTAAN untuk mengeluarkan dana yang terdapat
di rekening penerimaan ke rekening pengeluaran.
Counter sign atas setiap Bilyet Giro yang ada
Rekening Penerimaan dan Rekening Pengeluaran
standarnya dibuat dalam rekening giro. Bilyet giro yang
tersedia ditandatangani oleh minimal 2 orang yang
mewakili perusahaan. Untuk rekening penerimaan
standarnya diatasnamakan Direktur atau Perusahaan dan
ditandatangani oleh Direktur dan Manajer Operasional.
Sedangkan rekening pengeluaran diatasnamakan Manajer
Operasional ditandatangani oleh Manajer Operasional dan
Bagian Keuangan.

Uang masuk SETIAP HARI, uang keluar HANYA
SATU HARI

Strategi uang masuk setiap hari dan uang keluar hanya satu
hari sebenarnya adalah kebijakan umum yang dilakukan
banyak perusahaan. Ini adalah strategi yang lincah untuk
bermain cash flow dimana sumber daya perusahaan
bekerja 7 kali lipat untuk mencari uang dan hanya 1/7
untuk mengeluarkan uang.

Prosedur pengeluaran uang dilakukan melalui NOTA
PERMINTAAN yang diajukan pada hari Rabu dan setelah
dilakukan verifikasi maka dana akan dikucurkan ke
rekening pengeluaran selambat-lambatnya hari Jumat.
Pada hari Sabtu, bagian keuangan proyek melakukan
pembayaran kepada pihak ketiga.

Pencatatan Keuangan
Dalam proyeksi keuangan terdapat beberapa pos biaya.
Baik biaya pokok maupun biaya operasional. Serta
terdapat pos penjualan. Setelah proyek berjalan tentunya
proyeksi menjadi acuan atas penggunaan anggaran. Maka
diperlukan alat bantu pencatatan keuangan. Dan alat bantu
pencatatan keuangan harus sesuai dengan item-item yang
terdapat dalam proyeksi keuangan.
Kesemuanya ini adalah alat bantu untuk mencatat transaksi
keuangan dan mengolah data untuk laporan keuangan dan
analisa laporan keuangan.

MANAJEMEN KAS

Terdapat tiga motif utama suatu perusahaan dalam memegang
uang kas :

1) Motif transaksi: kas diperlukan untuk memenuhi
pembayaran-pembayaran yang timbul dari kegiatankegiatan
sehari hari.

2) Motif berjaga-jaga; kas diperlukan untuk berjaga-jaga
apabila terjadi kebutuhan pembayaran kas yang tak terduga

3) Motif spekulasi; kas diperlukan untuk melakukan transaksi
spekulasi agar mendapat keuntungan jika ada peluang jangka pendek.

Cara pengelolaan kas :
hqProperti

1. Pengurangan waktu penagihan piutang, yaitu waktu yang
diperlukan untuk prosedur penagihan diusahakan secepat mungkin.
2. Pengurangan waktu pengumpulan kas, misalnya dengan
proses otomatisasi perbankan
3. Pengendalian pengeluaran kas secara mudah dan tepat
waktu dengan pemusatan utang dalam satu atau beberapa rekening.
4. Membentuk prosedur operasional pembayaran kas
5. Memperlambat pembayaran seperti cek mundur.
Faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya persediaan kas
1. Perimbangan antara cash inflow dan cash outflow
2. Penyimpangan terhadap aliran kas yang diperkirakan
3. Adanya hubungan financial yang baik dengan bank-bank
4. Penganggaran kas.


CASHFLOW

HqProperti


Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang
keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan
dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk
dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa
saldonya setiap periode.
• FUNGSI CASH FLOW :
Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk
tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan
dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna
menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang
yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
Ketiga,fungsi perolehan dana, dana yang diperuntukkan untuk
penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu
relatif panjang.. Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:

a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas
yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi
misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya persiapan,dsb. Aliran
kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)

b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan
aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti;
penjualan, biaya administrasi adm umum. Oleh sebab itu aliran
kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan
aliran kas keluar (cash out flow).

c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas
yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa
modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek
dan aktiva lainya.


KETERBATASAN

Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan
antara lain;
a) Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan
dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b) Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang
fleksibel
c) Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun
eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi
arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka
akan terhambat karena hanya terfokus pada budget kas
misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya
customer dalam memenuhi kewajibanya.

MANFAAT

Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam
perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama
manajemen,yaitu :

1) Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang
berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan
transaksi yang menyebabkan perubahan kas.

2) Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa
yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu
pengembalian kredit.

3) Membantu pengambilan keputusan kebijakan financial.

4) Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk
membayar kredit yang diberikan kepadanya

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN CASHFLOW

HqProperti


1. Menentukan minimum kas

2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran

3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang

dibutuhkan untuk menutupi defisit kas dan membayar kembali
pinjaman dari pihak ketiga.

4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran
setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

5.Kendali Keuangan

Pengendalian keuangan adalah fungsi apakah anggaran
yang disediakan (dalam proyeksi keuangan) sesuai atau
melebihi atau masih menyisakan anggaran atau bahkan
mungkin kelak dilakukan revisi terhadap proyeksi
keuangan awal. Semua hal bisa terjadi. Untuk
memudahkan pengendalian keuangan, tentunya dilakukan
pengolahan data berdasarkan laporan-laporan keuangan
yang ada baik minguan maupun bulanan.
HqProperti

Laporan Kas Harian - Biaya Adm & Umum Operasional
Laporan Cek Keluar per Tanggal
Laporan Cek Keluar per Kelompok
Laporan Saldo Kas dan Bank Harian
Laporan Saldo Kas dan Bank Bulanan




semoga bermanfaat salam sukses berkah melimpah dari kami 

HqProperti 
Info : 081322375542 (imam) 

HqProperti